Selasa, 03 Oktober 2017

TUGAS MINGGUAN KEWIRAUSAHAAN MINGGU KE6


Nama   : Gilang Anugrah Pradana
Kelas   : AB 40-05
NIM     : 1501164404





Sejak munculnya praktik e-commerce, model bisnis menjadi salah satu konsep yang paling menonjoldi antara konsep-konsep manajemen yang lain. Hadirnya e-commerce membuat para praktisi bisnis mengubah total model bisnis lama menjadi model bisnis baru yang lebih sesuai. Penyebab utama kepopuleran model bisnis adalah karena ditengarai banyak organisasi yang tumbuh pesat karena kemampuannya menciptakan model bisnis yang tepat.

Konsep model bisnis yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur ini, berhasil mengubah konsep model bisnis yang rumit menjadi sederhana. Dengan pendekatan kanvas, model bisnis ditampilkan dalam satu lembar kanvas, berisi peta sembilan elemen (kotak). Karena kesederhanaannya, metode kanvas dapat mendorong sebanyak mungkin karyawan terlibat dalam pengembangan model bisnis organisasinya.

Para akademisi menjelaskan pengertian model bisnis dalam tiga kelompok. Pertama adalah model bisnis sebagai metode (cara), model bisnis dilihat dari aspek komponen-komponennya, dan model bisnis sebagai strategi bisnis.

Elemen dalam Business Model Canvas mencakup Customer Segment, Value Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Stream, Key Resourcess, Key Activities, Key Partnership, dan Cost Structure. Untuk menyusun modelbisnis menggunakan pendekatan ini dimulai dari Customer Segment, diikuti dengan Value Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, dan Cost Structure.

Untuk mengembangkan BMC, organisasi dapat mulai dari memotret kondisi saat ini, diikuti dengan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT dapat digunakan untuk merancang model bisnis perbaikan dan prototipe model-model bisnis masa depan. 

Elemen pertama dari kanvas model bisnis, yaitu Customer Segment. Dalam menjalankan roda bisnisnya, pertama-tama organisasi harus menetapkan siapa yang harus dilayani. Organisasi dapat menetapkan untuk melayani satu atau lebih segmen. Penetapan segmen ini akan menentukan komponen-komponen lain dalam model bisnis. Buku ini mencontohkan dua stasiun televisi yangmelayani segmen audiens berbeda, memberikan proposisi nilai yang berbeda.

Elemen kedua dari BMC, yaitu Value Proposition. Value Proposition adalah manfaat yang ditawarkan organisasi kepada segmen pasar yang dilayani. Tentu saja, value proposition akan menentukan segmen pelanggan yang dipilih atau sebaliknya. Value proposition juga akan mempengaruhi komponen lain sepertiChanneldan Customer Relationship. 

Elemen ketiga dalam BMC, yaitu Channels.Channels merupakan sarana bagi organisasi untuk menyampaikan Value Proposition kepada Customer Segment yang dilayani. Channel berfungsi dalam beberapa tahapan mulai dari kesadaran pelanggan sampai ke pelayanan purna jual. Dua elemen lain yang harus diperhitungkan secara cermat dalam membuat model Channel adalah Value Proposition dan Customer Segment.

Elemen keempat BMC yaitu Revenue Stream. Revenue Stream merupakan komponen yang dianggap paling vital. Umumnya organisasi memperoleh pendapatan dari pelanggan. Meskipun demikian banyak organisasi bisa membuka aliran masuk pendapatan dari kantong bukan pelanggan langsung. 

Elemen kelima dari BMC yaitu Customer Relationship, yaitu cara organisasi menjalin ikatan dengan pelanggannya. Menjaga Buku ini menyajikan sebuah contoh perusahaan infrastruktur, jasa tranportasi darat, dan jasa hotel untuk menunjukkan bahwa model hubungan dengan pelanggan perlu didesain secara kreatif. 

Elemen keenam dari BMC, yaitu Key Activities. Key Activities adalah kegiatan utama organisasi untuk dapat menciptakan Proposisi Nilai. 

Elemen ketujuh dari BMC, yaitu Key Resources. Key Resources adalah sumber daya milik organisasi yang digunakan untuk mewujudkan proposisi nilai. Sumber daya umumnya berwujud manusia, teknologi, peralatan, channel maupun brand. 

Elemen kedelapan yaitu Key Partnership. Key Partnership merupakan sumber daya yang diperlukan oleh organisasi untuk mewujudkan proposisi nilai, tetapi tidak dimiliki oleh organisasi tersebut. Pemanfaatan Key Partnership oleh perusahaan dapat berbentuk outsourcing, joint venture, joint operation, atau aliansi strategis. 

Cost Structure, yang merupakan elemen ke-9 dari BMC. Cost Structure adalah komposisi biaya untuk mengoperasikan organisasi mewujudkan proposisi nilai yang diberikan kepada pelanggan. Struktur biaya yang efisien, menjadi kuncibesarnya laba yang diperoleh organisasi. 

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas studi kasus business model canvas dari perusahaan JCO 
1. Customer segment
Beberapa segmen yang dituju oleh JCO dalam hal pemasarannya yaitu sebagai berikut
·         Masyarakat menengah ke atas
·         Kalangan remaja hingga dewasa
·         Pecinta makanan manis
·         Orang-orang yang hobi nongkrong (hang out)
2. Value proposition
Value proposition yang dimiliki oleh JCO yaitu sebagai berikut
·         JCO delivery
·         Harga yang relatif lebih murah dibanding pesaing yang sejenis
      3. Channels
Beberapa channels yang dimiliki oleh JCO yaitu sebagai berikut
·         Kontak pengaduan
·         Iklan
      4. Cutomer relationship
Cara perusahaan JCO menjalin hubungannya dengan pelanggan setianya yaitu sebagai berikut
·         Penyediaan wifi di kiosnya
·         JCO delivery
·         JCO run (sebuah aktivitas olahraga yang diselenggarakan oleh JCO dengan tujuan mendekatkan dirinya kepada customer)
      5. Key resources
Sumber daya yang dimiliki oleh JCO dalam memertahankan usahanya yaitu sebagai berikut
·         SDM
·         Teknologi  
      6. Key activities
Kegiatan utama JCO dalam menjalankan usahanya yaitu sebagai berikut
·         Survey pelanggan
·         Pengembangan SDM
·         Produksi
·         Pemasaran
      7. Key partnership
Rekan usaha yang dimiliki oleh JCO diluar dari perusahaannya tersebut yaitu sebagai berikut
·         GO-JEK
·         Agensi iklan
·         Bank
·         Mall
      8. Revenue streams
Sumber pendapatan yang diterima oleh JCO yaitu sebagai berikut
·         Penjualan produk
·         Penjualan merchandise
      9. Cost structure
Biaya pengoperasian yang diperlukan oleh JCO yaitu sebagai berikut
(Fixed cost)
·         Gaji karyawan
·         Biya/sewa gedung
(Variable cost)
·         Pembelian bahan-bahan
·         Biaya service

TUGAS MINGGUAN KEWIRAUSAHAAN MINGGU KE6

Nama   : Gilang Anugrah Pradana Kelas   : AB 40-05 NIM     : 1501164404 Sejak munculnya praktik e-commerce, model bisnis menjadi...